Sekolah dan Kelas Bahasa yang semakin BAIK. amin :)

Temen-temen semua, untuk posting awal-awal ini saya akan membahas tentang sekolah dan kelas bahasa. Saat ini saya bersekolah salah satu sekolah swasta terkemuka di Gresik. Yaah bisa dibilang seperti itu, sekolahku memang mempunyai visi dan misi seperti sekolah pada umumnya salah satunya adalah menawarkan pembelajaran yang inovatif didukung dari teknologi informasi dan komunikasi. Sekolahku juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk mundukung kegiatan belajar siswa. Salah satunya adalah ruangan kelas yang ber AC (Tapi nggak dingin), Hospot Area(tapi nggak konek), Absen Barcode Digital, Labolatorium Bahasa, Labolatorium IPA apalagi sebentar lagi akan dibuka Labolatorium IPS dan masi banyak lagi.

Program jurusan di sekolah saya ada 3 jurusan yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) , Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Ilmu Pengetahuan Bahasa ("IPB" yang katanya terpinggirkan) . Program Penjurusan disekolah saya akan ditempuh saat duduk dikelas XI, saat duduk di kelas X siswa akan ditest untuk masuk ke jurusan mana nantinya. Saat ini saya naik kelas XII IPB. Ok teman-teman, kita Flash Back lagi saat saya pertama kali duduk di kelas XI IPB.
  Memang kebanyakan orang mengatakan bahwa  siswa di kelas bahasa merupakan siswa yang terpinggirkan. Banyak juga orang yang berpendapat bahwa siswa di kelas bahasa merupakan siswa buangan karena tidak lolos seleksi pada test jurusan IPA atau pun IPS. Tak sedikit pula guru-guru disekolah saya yang menganggap bahwa kelas Bahasa adalah kelas yang lebih cocok dinomer sekiankan. Tentu saja ini semua membuat saya dan teman-teman saya sedih.
Namun itu tidak membuat saya dan teman-teman saya kelas bahasa minder, justru sebaliknya itu merupakan suatu hal yang membuat kita termotivasi agar kita dapat lebih berprestasi dalam segi akademik maupun non akademik. Miss Desy ( biasa kita memanggilnya) selaku guru yang mengajar Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Inggris dikelas Bahasa juga menuturkan “you must proud to be student in language class. Dan buktikan kalian juga mampu berprestasi” ujar beliau saat menyampaikan pelajaran pada saat awal kita menjadi murid di kelas bahasa. wali kelas kami yang juga guru bahasa jepang adalah orang yang sangat sabar dan bijaksana dalam mendidik kita. Beliau juga sering mengatakan “Ganbatte” apabila kami akan mengikuti ujian ataupun perlombaan.

Selama kelas XI kami menjadi satu keluarga utuh sebagai siswa kelas Bahasa, susah ataupun senang kita jalani bersama-sama. Kelas XI bahasa berjumlah 2I siswa, siswa laki-laki 8 orang dan siswa perempuan I3 orang. Kadang kelas kami terasa tidak kompak karena banyak teman-teman yang mempunyai blok-blok sendiri sehingga terasa kurang membaur antara satu dengan yang lainnya.
Tetapi kami berusaha untuk membuat kelas kami kompak.

Pada pertengahan kelas XII kami banyak-banyak mengucap syukur kepada Allah SWT. Karena teman-teman kami berhasil meraih prestasi diantaranya :

Aji Saiful Ramadhan, 3 besar pada lomba cipta puisi yang diselenggarakan salah satu SMA negeri di Gresik, juara 1 lomba cipta puisi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri di Surabaya  dalam acara “Malam Chairil Anwar”, juara 2 lomba cipta puisi yang diselenggarakan Diknas Jawa Timur dan masi banyak lagi prestasi Aji ini

Rosyida Nadia. Juara 3 lomba pidato Bahasa Inggris pada acara “Bulan Bahasa” di Sekolah saya, juara 2 olycon bahasa inggris disalah satu universitas swasta di malang. Dia juga sangat pandai dalam membawakan acara alias MC loh :)

Dian Novitasari, juara kelas yang selalu ranking 1. Selain itu dia pintar sekali dalam pelajaran Bahasa Jepang dan dia juga merupakan ketua bidang di organisasi
Dan saya yakin suatu saat nanti teman-teman kelas bahasa yang lain bisa mengikuti jejak mreka yang berprestasi. Amin :) Ganbatte "Bascom" (kami biasa menyebutnya)
 

Kelas XI Bahasa juga termasuk kelas yang paling suka protes terhadap kebijakan sekolah. Karena selama ini kami sering sekali merasa kurang mendapatkan hak kami sebagai siswa. Mulai dari segi fasilitas sampai kepada proses belajar mengajar. Contohnya AC dan hospot area. Fasilitas AC dan Hospot area di sekolah kami kurang berfungsi dengan baik. Curahan hati temen-temen (Haduh, panasnya ACnya mati yaa ?) Heloooooooo disaat semua sekolah swasta sudah banyak yang kelasnya dingin, kelas kita masih aja primitif #mikir juga lama-lama :?. Ada lagi (Hash, wifinya nggak konek --) Suara dari kita pak, agar wifinya segera diperbaiki agar visi dan misi sekolah kami dapat segera tercapai. #amin. Tentu saja kami merasa itu semua tidak sebanding dengan biaya yang orang tua kami keluarkan. Kami juga tidak pernah malu untuk berbicara langsung kepada kepala sekolah kami. Tapi tentu saja dengan cara yang baik. Dan tidak anarkis. Pokoknya anak kelas bahasa belajar untuk tertib dan tidak anarkis dalam menyampaikan pendapat. Amin :)

Menginjak kelas XII kami kembali prihatin dengan kondisi kelas kami. Kelas kami dipindah di lantai 4 ruangan sempit nan kecil belakangnya Aula. Tentu kami merasa itu tidak adil sekali bagi kami. Sekarang kami makin merasa bahwa kami kelas yang sangat terpinggirkan padahal kami membayar SPP sama dengan siswa lain. Sekolah memang sangat tidak adil kepada kami. Sudah ruangannya sempit, belum lagi apabila ada acara di aula nanti kelas kita pasti tergusurkan karena ruangan aula tidak cukup, otomatis menggunakan kelas kita.
Of course, kami sangat sedih dan prihatin atas kejadian ini. Orang tua dari teman-teman saya berencana untuk protes kepada sekolah. Teman-teman saya pun juga mengajak saya untuk protes kepada sekolah. Saya berbicara kepada ibu saya, dan ibu saya mengatakan “jangan kamu jadi api tapi jadi air yang meredam amarah teman-temanmu”dan bapak saya pun juga berkata “sudah kamu sabar saja, kan tinggal 8 bulan”.

Setelah saya berfikir, mungkin sebaiknya kita menerima apa yang sekarang kita peroleh. Mungkin kita merasa itu tidak adil bagi kita. Namun protes sekecang apapun, cuapcuap sekencang apapun tentu tidak akan merubah keadaan. Kita bukanlah kalah, tetapi kita mengalah. Mengalah untuk menang, Mengalah dari orang yang merampas hak-hak kita, mengalah dari orang orang yang mungkin tidak mempunyai telinga sehingga tidak mendengarkan aspirasi kita, mengalah dari orang-orang yang tidak mempunyai hati dan mengalah untuk hal yang InsyaAllah akan jauh lebih baik untuk kedepannya bagi kita. Amin :)

Semoga kelak sekolah saya lebih banyak memperhatikan apa yang seharusnya patut untuk diperhatikan. Dan semoga kelas bahasa akan lebih mencetak prestasi-prestasi baik dari bidang akademik maupun akademik. Aaaamin :)
 

good thing. amin :)

Pada awalnya, saya itu nggak suka nulis. Saya berpikir bahwa menulis itu kegiatan yang akan membuang-buang waktu saya dan membuat saya merasa jenuh. Rasanya malas sekali. Saya lebih suka menghabiskan waktu saya untuk membuka facebook ataupun akun twitter saya. But, one upon a time saya membuka blog teman-teman serta kakak kelas saya. Mereka selalu membuat posting-posting yang bermanfaat di akun blog mereka. Tidak hanya itu, mereka juga menceritakan about great experience, study etc. Saya pun tertarik untuk masuk dalam dunia blogger. I think, blogger menyenangkan. Eitts, bukanya saya ini latah atau suka ikutikutan loh. But, saya hanya ingin mengeksplorasikan tentang berbagai hal positif dalam dunia blogging. Jadi saya berharap blog pertama saya ini dapat menjadikan inspirasi bagi anda semua yang membacanya :p , dapat menghibur anda ketika anda jenuh dapat menampilkan suasana yang berbeda, yang amazing, extraordinary !!! (katanya bang tukul versi 4 mata hehehe :p). Pokoknya saya berharap blog saya ini dapat bermanfaat bagi orang lain :)

 
 
© 2010 - the ahimsa girl